Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Mari Elka Pangestu selaku Koordinator MP3EI Koridor V yang menangani pengembangan wilayah Bali, NTB, dan NTT kian menunjukan keseriusannya dalam menangani pengembangan pariwisata didaerah tersebut khususnya NTB dan NTT. Setelah mengunjungi wilayah NTT baru-baru ini, Menperekraf kembali memberikan pendukungan pada program Pemerintah Daerah NTB melalui Peluncuran 'Tambora Menyapa Dunia 2015' di Balairung Soesilo Soedarman, 16 Juni 2013. 

"Indonesia memiliki 17.000 pulau dan 300 ragam suku bangsa dari Sabang sampai Merauke dengan ragam seni budaya serta sumber daya alam yang memliki ciri khas. Salah satu keunikan tersebut dimiliki Nusa Tenggara Barat yang mengalami peristiwa letusan Gunung Tambora pada tahun 1815, kejadian tersebut  turut membentuk kekhasan alam NTB yang patut dikenal oleh dunia. Oleh karena itu, kami menilai bahwa program ini baik untuk dilaksanakan," jelas Menparekraf dalam kata sambutannya.

Peringatan dua abad meletusnya Gunung Tambora merupakan momentum untuk terus menggali dan mengembangkan potensi pariwisata berkelanjutan yang memberikan kontribusi signifikan bagi pembangunan kepariwisataan.  "Inilah saatnya bagi kita semua untuk mempromosikan NTB, khususnya Pulau Sumbawa sebagai salah satu destinasi pariwisata berkualitas dan berdaya saing," ujarnya lagi.

Peringatan 2 abad meletusnya Gunung Tambora 2015, akan dilaksanakan Kabupaten Dompu. Hal ini dinilai Menparekraf sebagai langkah tepat untuk mempromosikan pariwisata dan ekonomi kreatif berskala nasional dan internasional. Menparekraf berharap agar Pemerintah Daerah dan stakeholder bersikap proaktif dalam mempromosikan pariwisata daerahnya sehingga target kunjungan wisatawan 1.208.091 tahun 2013 dapat terwujud.
Berdasarkan data BPS, kunjungan wisman tertinggi periode Januari-April 2013 terjadi di Lombok dengan presentasi 48,21%. Diharapkan, dengan dicanangkannya program 'Visit Lombok Sumbawa' dan 'Tambora Menyapa Dunia 2015', angka tersebut dapat terus meningkat. Setelah tahun 2009, Presiden SBY telah meluncurkan Visit Lombok Sumbawa. Dalam jangka waktu itu, sudah 1 juta wisatawan yang datang ke Lombok dan Sumbawa. Semoga di tahun 2015 nanti menjadi 2 juta," kata Gubernur NTB, Muhammad Zainul Majdi.

Zainul menjelaskan, melalui Parade Budaya, yang digelar sebelumnya, dan Peluncuran 'Tambora Menyapa Dunia', pihaknya ingin memberitakan  sejarah meletusnya Gunung Tambora, sehingga melalui acara "Tambora Menyapa Dunia" bisa mempromosikan NTB terutama Sumbawa dan Gunung Tambora.

"Tahun 1815 ada erupsi yang luar biasa dalam sejarah vulkanik dunia yaitu letusan Gunung Tambora. Ini kedua terbesar setelah Gunung Toba, yang ketiga baru Krakatau," kata Zainul.

Dilanjutkannya,  suhu global saat terjadi letusan turun hingga dua derajat. Bahkan konon, kekalahan Napoleon saat berperang dengan Rusia akibat letusan Gunung Tambora."Napoleon membangun rantai logistik. Saat Tambora meletus, suhu turun dan musim dingin berkepanjangan di Eropa. Akibatnya rantai logistik putus dan pasukan Napoleon bisa dikalahkan Rusia," tutur Zainul. Bisa dikatakan, Gunung Tambora menjadi memori kognitif bagi masyarakat dunia. Pihaknya ingin mengungkit memori tersebut untuk dijadikan momentum pengembangan pariwisata NTB.(Puskompublik)

Penerimaan Mahasiswa Baru

PMB Online

Berita Terbaru

Arsip